Select Menu

Civitas Akademik MAN Surabaya

Madrasah Aliyah Negeri Surabaya. Powered by Blogger.

Humas

Kurikulum

Kesiswaan

Ekskul

OSIS

Pramuka

Lorem 4

Dalam rangka partisipasi aksioma tingkat MA sejawa timur di kediri Delegasi man surabaya berpartisipasi dalam kategori Desain grafis, kaligrafi, lari dan volly. semoga hari iniMAN surabaya mendapatkan nominasi yang diharapkan. amin
- -

selasa (21/2) adalah hari kedua MAN Kota Surabaya melaksanakan simulasi tahap kedua Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2016-2017. Simulasi ini dilaksanakan tiga sesi untuk mata pelajaran bahasa Inggris di semua jurusan.
Simulasi UNBK sesi pertama berlangsung dari jam 07.30-09.30 WIB, sesi kedua dari pukul 10.00-12.00 WIB, dan sesi ketiga dari pukul 12.30-14.30 WIB. Simulasi UNBK MAN Kota Surabaya diikuti 302 siswa dari tiga jurusan, yaitu Agama, IPA, dan IPS.
Waka Bidang Kurikulum, Mokh. Hasan Bisri menyatakan simulasi ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin saja terjadi saat UNBK nanti.
“Simulasi hari ini adalah simulasi tahap kedua  hari kedua. Untuk yang hari pertama kemarin (Senin,red) alhamdulillah semua berjalan lancar. Semua sistem dan listrik berjalan baik. Tapi untuk hari ini genset kami operasikan karena ada info pemadaman listrik untuk wilayah surabaya timur sekitar pukul 10.00 WIB nanti. Kami akan berusaha semaksimal mungkin supaya pelaksanaan simulasi hari kedua ini tidak terganggu oleh pemadaman tersebut,” ujarnya.
Enni Subchandini, Proktor UNBK mengatakan simulasi ini adalah kali kedua simulasi digelar MAN Kota Surabaya dan akan ada lagi gladi bersih yang terjadwal pada Maret 2017.
“Kemarin siswa mengerjakan untuk mata pelajaran pilihan. Untuk hari ini mereka mengerjakan mata pelajaran bahasa Inggris. Untuk bahasa Inggris, kami harus memastikan bahwa sistem dan peralatan laptop ujian bekerja dengan baik. Karena di mata pelajaran bahasa Inggris ada listeningnya,” jelasnya.
“Meskipun ini hanya simulasi, tapi saya mengerjakannya dengan sungguh-sungguh lo bu” tutur salah seorang siswa saat Enni mencoba berkomunikasi dengan siswa.
Dari evaluasi kegiatan simulasi tahap pertama, Enni menyatakan simulasi kali ini berjalan lebih lancar. Siswa  mengaku sudah mulai familiar dan tidak canggung lagi dengan ujian berbasis komputer. Mereka pun terlihat mengerjakan dengan serius.(Humas MAN Kota Surabaya)
  
-


Sorak gempita sontak membahana di tribun suporter MAN Kota Surabaya ketika tim VOLLMANSA JAYA yang bertanding melawan tim volli putri SMA KAMAL Bangkalan,  sukses menutup set ke-3 dengan poin 25-18. Betapa tidak, kali pertama tim VOLLMANSA JAYA berlaga di ajang turnamen bola volli, langsung sukses merebut juara .
Momen indah tersebut terjadi pada Rabu (15/2) di final Tournamen Bola Volly Putri Tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Universitas Widya Mandala di GOR KOBANGDIKAL BIMA, Jalan Moro Krembangan Surabaya. VOLLMANSA JAYA sukses merebut juara II dengan memenangi pertandingan tiga set langsung (3-0).


Dibawah asuhan Wirono, pelatih bola volli MAN Kota Surabaya, tim yang beranggotakan 9 atlit volli dari kelas X dan XI itu berlatih seminggu tiga kali. Hasilnya VOLLMANSA JAYA menjadi tim yang patut diperhitungkan. Meski baru kali pertama turun di kejuaraan, tidak menyurutkan mental dan semangat juang tim. Umpan dan smash dipertontonkan oleh tim. Spike yang akurat sering ditunjukkan oleh Lilik Chumaidah, kapten tim. Hingga mampu menundukkan tim lawan dengan poin sempurna.
“ Ini sungguh pengalaman pertama yang sangat indah. Kami baru pertama ikut dan langsung juara, meskipun juara II. Tidak sia-sia kami berlatih keras. Ini adalah awal, dan insyaAllah kami siap di turnamen-turnamen selanjutnya”, pungkas Lilik, Kapten tim. (Humas MAN Kota Surabaya)


-


Guna menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama, MAN Kota Surabaya bekerja sama dengan UTD PMI Surabaya menyelenggarakan kegiatan donor darah. Donor darah  yang dilaksanakan pada selasa  (14/2) itu bertajuk  “ Say Yes to Humanity and Donate Your Blood for Save Our Life” merupakan kegiatan yang digagas oleh PMR MAN Kota Surabaya dengan sasaran semua civitas MAN Kota Surabaya.
Sejak pukul 07.30 anggota PMR yang tergabung dalam panitia donor darah mulai menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan. Tak lama kemudian, rombongan PMI yang beranggotakan 5 petugas sampai di MAN Kota Surabaya dan diterima oleh Fathorrakhman, Kepala MAN Kota Surabaya.
Tepat pukul 08.00 wib kegiatan donor darah dimulai. Para siswa dan guru/karyawan yang mendaftar mulai mengisi formulir yang disediakan panitia. Selanjutnya pendaftar dicek kesehatannya. Pendaftar yang lolos cek kesehatan diperkenankan untuk mendonorkan darahnya, sedangkan yang tidak lolos dengan terpaksa tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah.



“ Syarat seseorang diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya adalah berat badan min 45 kg, tensi darah normal, dan hemoglobin min 12,5. Hal ini agar PMI memperoleh darah yang sehat dan berkualitas sehingga memenuhi syarat jika didonorkan ke orang lain”, tutur Dr. Lina, petugas dari PMI.
Fathorrakhman, Kepala MAN Kota Surabaya mengawali kegiatan donor darah tersebut. Disusul kemudian oleh guru/karyawan dan siswa-siswi MAN Kota Surabaya. Satu-persatu mereka dicek kesehatannya dan yang dinyatakan memenuhi syarat langsung menuju bed transfusi. Kurang lebih 10 menit proses transfusi berlangsung. Setelah itu, pendonor diberi bingkisan dari PMI dan paket nutrisi dari MAN Kota Surabaya.
Pukul 12.00 wib kegiatan berakhir. Ketatnya standar  kualitas darah mempengaruhi perolehan kantong darah. Hal tersebut disampaikan oleh Agus, petugas PMI ketika berpamitan ke Fathorrakhman, Kepala MAN Kota Surabaya . “ Dari 100 pendaftar, setelah kami cek kesehatannya yang lolos sebanyak 44 peserta. Dan alhamdulillah PMI mendapatkan tambahan darah sebanyak 44 kantong dari MAN Kota Surabaya. Semoga kerjasama seperti ini dapat berlanjut di tahun depan”, harap Agus.
Menanggapi harapan tersebut dan melihat antusiasme civitas MAN Kota Surabaya, maka kegiatan semacam ini perlu diadakan secara rutin,. Hingga diperoleh kesepakatan bahwa MAN Kota Surabaya dan PMI Surabaya akan memprogramkan kegiatan ini setiap 3 bulan sekali.(Humas MAN Kota Surabaya)

- -


Guna meningkatkan pemahaman tentang ilmu kejurnalistikan secara nyata, tim ekskul jurnalistik MAN Kota Surabaya melakukan pembelajaran realitas. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk studi media massa ke redaksi Jawa Pos. Studi yang dilaksanakan pada Jum’at (10/2) tersebut diikuti oleh 50 anggota ekskul jurnalistik MAN Kota Surabaya dan didampingi oleh Wiji Laelatul Jum’ah, pembina jurnalistik MAN Kota Surabaya.
Rombongan diterima redaksi tepat pukul 13.00.  Tim ekskul Jurnalistik ini disambut oleh Dewi, divisi Zetizen (sub bagian redaksi yang menangani pembaca muda dan event pemuda). Peserta studi diajak Dewi untuk menuju world’s coolest newsroom, salah satu bagian ruang redalsi Jawa Pos. Ruang ini merupakan tempat berkumpulnya para redaktur untuk menentukan tema aktual yang akan disajikan kepada pembaca. Di sinilah para peserta studi diperkenalkan selayang pandang koran Jawa Pos, mulai dari histori hingga perkembangan Jawa Pos masa kini.
 Dewi juga menjelaskan tentang aktivitas di media massa itu, meliputi proses pencarian berita, penulisan berita, proses editing, lay out sampai akhirnya koran siap dinikmati pembaca.Para peserta studi sangat antusias mendengarkan penjelasan Dewi. Hingga tiba sesi tanya jawab. Peserta studi tidak menyianyiakan kesempatan ini.  Berbagai pertanyaan pun muncul dari peserta studi. Seketika suasana di meja redaksi menjadi hidup. Dewi dan tim Zetizennya dihujani oleh rentetan pertanyaan dari jurnalis-jurnalis cilik MAN Kota Surabaya.
  Pertanyaan yang datang dari jurnalis cilik MAN Kota Surabaya ini seputar aktivitas kejurnalistikan di Jawa Pos yang dikelola secara profesional. Mereka pun bertanya tentang proses kerja media massa yang dikelola profesional itu, bagaimana cara lay out yang baik supaya memberikan tampilan berita menarik bagi pembaca, hingga tentang cara seorang wartawan menentukan berita akurat dan berita hoax.
Pertanyaan pertanyaan kritis yang datang dari jurnalis cilik ini dijawab oleh beberapa orang anggota tim Zetizen. Dengan wajah berseri seri, para jurnalis cilik MAN Kota Surabaya ini mendengarkan penjelasan redaksi.
Setelah sesi tanya jawab, para peserta diajak melihat langsung proses kerja tim desain grafis. Pada kesempatan ini mereka diajak untuk belajar  lay out berita yang baik. Peserta studi pun sangat menikmati rangkaian kegiatan ini. Tak terasa mereka telah melakukan pembelajaran media massa ini selama dua jam.  Tentu saja, mereka sangat senang belajar tentang kejurnalistikan secara langsung. Pukul 15.00 wib kegiata berakhir. Kegiatan studi media massa ini ditutup dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat dari pihak Jawa Pos kepada  pembina  ekskul Jurnalistik MAN Kota Surabaya.(Humas MAN Surabaya)  

-
Torehan prestasi diukir oleh tim PMR MAN Kota Surabaya di ajang lomba Tegak PMR VI Tingkat Wira Se-Jawa Timur. Pada lomba yang dilaksanakan pada Jum’at s.d Sabtu ( 3-5/2) di Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, tim PMR MAN Kota Surabaya yang beranggotakan 12 siswa berpartisipasi disembilan kategori lomba ( pertolongan pertama, sanitasi kesehatan, kesehatan remaja, kesiapsiagaan bencana, kepemimpinan, cerdas tangkas, mading 3D, story telling, dan paduan suara) dan sukses meraih juara 3 untuk kategori mading 3D.
Dalam kategori mading 3D tersebut, tim PMR MAN Kota Surabaya menampilkan karya yang relevan dengan tema yaitu “Donate for a life, not for applause”. Dengan wujud simbol PMI dan replika selang infus yang dibuat dari bahan-bahan bekas, tim mading PMR (Ayu Setianingrum dan Berlina Intan Pratiwi), berupaya membuat karya yang simpel agar menarik perhatian pembaca namun mengena di hati masyarakat. Di sesi presentasi karya , Ayu dan Berlina menyampaikan pesan pada masyarakat agar tidak takut mendonorkan darahnya.
Rasa bahagia membuncah di hati tim PMR ketika disebut sebagai juara 3 untuk kategori mading 3D. Rasa lelah dan penat terbayar dengan prestasi. Dan di sela rasa bahagia tersebut, tim PMR mengucapkan terima kasih kepada Eddi Hariyadi dan Wiji Laelatul Jum’ah, guru seni budaya dan bahasa Indonesia MAN Kota Surabaya yang membimbing tim mading PMR. Mereka juga berterimakasih kepada Tri Sudik Wijono, pembina PMR MAN Kota  Surabaya yang selalu setia mendampingi tim PMR mulai saat latihan hingga pelaksanaan lomba tersebut. (Humas MAN Surabaya)




-

Dalam rangka Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2017, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan PERBENDAHARAAN MENYAPA di MAN Surabaya, Jalan Wonorejo Timur No. 14 Surabaya. Perbendaharaan Menyapa adalah kegiatan edukasi mengenai peran, tugas, dan fungsi serta capaian prestasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kegiatan yang bertemakan “Ciptakan Inovasi untuk Simplifikasi dan Efisiensi” tersebut berlangsung pada Senin (30/1) dan diikuti oleh 40 siswa perwakilan dari kelas XI IPS.
Kegiatan Perbendaharaan Menyapa diawali dengan prakata oleh Fathimah, pihak DJPB , dan dilanjutkan sambutan kepala MAN Surabaya. Kemudian dilanjutkan presentasi dari para narasumber kegiatan perbendaharaan menyapa. Dalam sesi presentasi, Suparmadi, Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal menjelaskan mengenai peran, tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Presentasi selanjutnya disampaikan oleh Gaguk Bagus Hari Wibowo, Kepala Seksi Pembinaan Anggaran I, yang menjelaskan mengenai STAN yang berada di bawah naungan kementerian keuangan.
Selama presentasi juga diselingi kegiatan tanya jawab. Sesi tanya jawab ini menjadi meriah dan menarik karena narasumber memberi hadiah (doorprize) bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari narasumber. Kegiatan ditutup dengan pemberian cindera mata (vandel) dari DJPB ke pihak madrasah. Semoga dengan adanya kegiatan perbendaharaan menyapa seperti ini dapat memberi tambahan wawasan bagi siswa-siswi MAN Surabaya mengenai peran, tugas, dan fungsi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (Humas MAN Surabaya)   





-